Flash News

Perbedaan Zakat Mal Dengan Zakat Penghasilan

Dalam ilmu duniawi kita mengenalnya sebagai pajak tapi dalam islam dikenal dengan nama zakat. Secara etimologis, zakat adalah tumbuh...

Written by Editorial · 2 min read >
zakat mal penghasilan

Dalam ilmu duniawi kita mengenalnya sebagai pajak tapi dalam islam dikenal dengan nama zakat. Secara etimologis, zakat adalah tumbuh atau bersuci. Barang siapa yang mengeluarkan zakat dengan tulus ikhlas, maka sedikit uang yang dikeluarkannya akan menjadi ladang pahala yang terus tumbuh tiada habisnya. 

Selain menjadi ladang pahala, zakat juga bersifat menyucikan harta yang kita miliki dari hak milik saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan. Membayar zakat juga baik untuk membersihkan dosa di masa lalu.

Macam-macam Zakat

Biasanya kita mungkin mengenal zakat penghasilan, zakat fitrah atau zakat mal. Padahal macam-macam zakat itu hanya ada dua sementara yang lain merupakan turunan dari salah satu zakatnya. 

  • Zakat Fitrah

Saat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat muslim diwajibkan untuk membayar zakat sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri. Selain bersifat untuk menyucikan diri, membayar zakat fitrah bertujuan untuk membantu umat muslim yang kekurangan agar bisa menikmati makanan layak di hari yang fitri. 

Zakat fitrah bisa dibayarkan dalam dua bentuk, entah itu beras atau uang tunai. Di beberapa negara, zakat fitrah nyatanya bisa dibayar dengan menggunakan kurma. 

  • Zakat Mal

Sementara yang dimaksud dengan zakat mal adalah zakat harta yang dibayarkan dengan uang. Berbeda dengan zakat fitrah yang berdiri sendiri. Zakat mal terbagi lagi ke dalam beberapa jenis zakat, di antaranya adalah zakat penghasilan, zakat perhiasaan emas, zakat pertanian, zakat perdagangan dan zakat harta kekayaan lain. 

Tentang Perhitungan Zakat Penghasilan dan Zakat Mal

Zakar penghasilan atau zakat profesi merupakan turunan dari zakat mal. Sementara bagaimana cara perhitungan zakat penghasilan telah dijelaskan secara lengkap pada QS. Al-Baqarah: 267. Anda yang masih ragu tentang bagaimana cara perhitungan zakat penghasilan dan zakat mal? simak penjelasannya berikut:

Perhitungan Zakat Mal

Barang siapa umat muslim yang menyimpan harta kekayaan seperti hasil panen, tabungan, emas dan lainnya hendaknya mengeluarkan zakat mal sebanyak 2.5% x total harta selama 12 bulan. Mereka yang wajib mengeluarkan zakat mal adalah umat muslim yang hartanya mencapai atau bahkan melebihi dari 85x harga emas/gram. 

Contoh konkretnya, ketika Anda memanen hasil pertanian dan perkebunan lantas menerima keuntungan sebesar Rp. 100 juta. Maka hitung terlebih dahulu nishab zakatnya yakni 85x harga emas/gram, misalkan harga emasnya adalah Rp. 700 ribu, maka nishabnya mencapai Rp. 59.5 juta. 

Bila melihat dari jumlah tersebut tentunya total kekayaan Anda cukup besar dan wajib membayar zakat mal. Adapun perhitungan pembayaran zakat mal Anda untuk hasil kekayaan tahun ini adalah 2.5x total harta= 2.5x Rp. 100 juta =Rp. 2.5 juta. 

Perhitungan Zakat Penghasilan

Berbeda dengan zakat mal yang perhitungannya dilihat dari jumlah kekayaan Anda per tahunnya. Zakat penghasilan dihitung setelah total penghasilan Anda dikurangi hutang. Bila totalnya tidak lebih dari nishab zakat penghasilan yang ketentuannya 520 x harga beras/kurma, maka Anda tidak diwajibkan membayar zakat penghasilan.

Kita misalkan harga beras/kg adalah Rp. 10 ribu, lalu utang Anda adalah Rp. 3 juta dengan total penghasilan mencapai Rp. 10 juta. Apakah  Anda wajib atau tidak membayar zakat penghasilan?

Pertama-tama, kita nishab zakat penghasilannya terlebih dahulu 520 x Rp. 10 ribu= Rp. 5.2 juta. Setelah itu kurangi penghasilan Anda dengan hutang maka menjadi Rp. 7 juta. Secara otomatis, Anda wajib membayar zakat penghasilan karena jumlah penghasilan Anda masih lebih tinggi dari nishab zakat penghasilan. Bila dimasukkan ke dalam rumus sebelumnya maka Rp. 7 juta x2.5%= Rp. 175 ribu. Itulah besaran zakat penghasilan yang hendaknya Anda bayarkan.

Sudah paham apa saja perbedaan antara zakat mal dengan zakat penghasilan atau zakat profesi? Bila Anda sudah paham termasuk perhitungan masing-masing zakatnya. Maka biasakanlah untuk rutin membayar zakat karena ini diwajibkan terutama bagi yang mampu.