Flash News

Panduan Update Data pada Kartu Keluarga

Artikel ini disponsori oleh Casanesia Kartu Keluarga atau KK adalah kartu identitas untuk keluarga yang berisi tentang data-data vital....

Written by Editorial · 1 min read >
contoh kartu keluarga

Artikel ini disponsori oleh Casanesia

Kartu Keluarga atau KK adalah kartu identitas untuk keluarga yang berisi tentang data-data vital. Misalnya saja, nama, tempat dan tanggal lahir, susunan anggota keluarga, hubungan, pekerjaan setiap anggota keluarga, serta informasi penting lainnya. Maka dari itu, pastikan anda tahu cara update Kartu Keluarga.

Cara Update Kartu Keluarga

Kepemilikan Kartu Keluarga merupakan hal yang wajib jika dilihat dari fungsinya. Dalam kehidupan, Kartu Keluarga berfungsi untuk mengurus administrasi serta pelayanan kependudukan. Misalnya saja untuk membuat Kartu Tanda Penduduk atau KTP, mengurus pernikahan, pendaftaran sekolah, pengajuan pinjaman ke bank, dan masih banyak kepentingan lainnya yang mewajibkan untuk melampirkan KK.

Jika anda telah menikah dan mempunyai keluarga baru, maka harus mempunyai Kartu Keluarga. Lalu, bagaimanakah cara membuatnya? Pertama-tama mintalah surat pengantar pembuatan Kartu Keluarga baru ke RT setempat. Kemudian, harus dibubuhkan stempel RW juga.

Setelah itu, datangi kantor kelurahan untuk mengisi data dan menandatangani formulir permohonan pembuatan Kartu Keluarga baru. Biasanya akan diwajibkan membawa persyaratan surat pengantar RT atau RW setempat, fotokopi buku nikah dan surat keterangan pindah datang jika anda merupakan pendatang.

Selain pembuatan Kartu Keluarga baru, biasanya dalam pengurusan KK dikarenakan akan menambah anggota keluarga, anggota keluarga yang numpang KK, pengurangan anggota keluarga, ataupun sebab KK mengalami kerusakan.

1. Penambahan Anggota Keluarga atau Kelahiran

Kartu Keluarga atau KK perlu diupdate apabila ada anggota keluarga baru. Misalnya saja kelahiran anak. Ada beberapa syarat yang harus dipersiapkan untuk melakukan perubahan tersebut. Diantaranya adalah meminta surat pengantar RT atau RW setempat, membawa Kartu Keluarga atau KK yang lama dan surat keterangan kelahiran calon anggota baru yang akan ditambahkan.

2. Penambahan Anggota Keluarga Numpang KK

Kartu Keluarga wajib diperbarui jika ada anggota keluarga baru yang numpang. Syarat yang harus dipenuhi diantaranya adalah surat pengantar RT atau RW setempat, KK lama atau KK yang akan ditumpangi dan surat keterangan pindah datang seumpama beda daerah.

Apabila WNI datang dari luar negeri, maka perlu menyiapkan surat keterangan datang dari luar negeri. Selain itu juga dilengkapi dengan paspor, izin tinggal tetap, serta surat keterangan catatan kepolisian atau surat tanda lapor diri bagi Warga Negara Asing.

3. Pengurangan Anggota Keluarga

Jika ada anggota keluarga yang meninggal atau pindah, maka Kartu Keluarga perlu diperbarui. Syarat untuk memperbaruinya antara lain dengan meminta surat pengantar dari RT atau RW setempat. Kemudian KK lama, surat keterangan kematian jika anggota keluarga ada yang meninggal dunia, dan surat keterangan pindah atau pindah datang jika anggota keluarga ada yang pindah.

4. Kartu Keluarga Rusak atau Hilang

Tidak sedikit kasus kehilangan atau KK mengalami kerusakan. Karena fungsi KK yang sangat penting, maka perlu untuk segera mengurusnya. Syarat-syaratnya antara lain adalah surat pengantar RT atau RW setempat dan surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian.

Apabila KK rusak, maka bukti KK yang rusak wajib ditunjukkan. Kemudian fotokopi Kartu Tanda Penduduk dari salah satu anggota keluarga. Jika Warga Negara Asing atau WNA, maka perlu menunjukkan dokumen keimigrasian.

Jika semua syarat telah dipersiapkan, maka proses pengisian formulir permohonan pembuatan KK baru akan dilakukan di kantor kelurahan setempat. Formulir tersebut kemudian akan diteruskan ke kantor kecamatan dan proses penerbitan KK baru di kantor kecamatan tersebut.

Pengurusan dan penerbitan dokumen pendudukan seperti Kartu Keluarga tidak dipungut biaya atau gratis. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2013 Pasal 79A. Berlaku mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, maupun kabupaten.