Flash News

Cara-cara Penggemukan Sapi Jenis Limosin

Sapi jenis limosin umumnya memiliki masa panen tiga hingga empat tahun bahkan bisa lebih tergantung kondisi perkembangan sapi. Sapi...

Written by Editorial · 1 min read >
cara penggemukan sapi limousin

Sapi jenis limosin umumnya memiliki masa panen tiga hingga empat tahun bahkan bisa lebih tergantung kondisi perkembangan sapi. Sapi limosin mulai populer diternak oleh peternak sapi di Indonesia karena kualitas panennya yang sangat bagus dan menguntungkan. Karena kelebihannya ini, sejumlah orang bertanya-tanya adakah cara-cara penggemukan sapi jenis limosin.

Tentu saja harga sapi jenis limosin tergolong tinggi karena selain susu, limosin juga menghasilkan daging terbaik juga kulit yang dapat diolah menjadi bahan makanan dan konsumsi hingga kerajinan tangan. Berikut ini hal yang perlu diperhatikan untuk merawat dan penggemukan sapi jenis limosin untuk memperoleh hasil panen terbaik.

Pakan yang Berkualitas

Cara penggemukan sapi jenis limosin yang pertama yang paling penting diperhatikan adalah jenis pakannya. Diperlukan pakan dengan kandungan gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral yang cukup. Serta tersimpan dengan baik dan steril agar tidak terkontaminasi kotoran yang dapat menumbuhkan bibit penyakit di dalam sapi.

Pakan sapi limosin dapat diproduksi sendiri dengan penanaman berbagai jenis rumput di sekitar kandang. Jenis rumput yang bisa ditanam adalah legum atau rumput jenis kacang-kacangan sehingga kaya protein, rumput gajah, hingga rumput gembala yang biasanya dicari-cari petani. Pakan tersebut kemudian diolah dengan mesin pencacah rumput. Pupuk untuk pemeliharaan rumput dapat menggunakan kotoran sapi itu sendiri selain organik juga lebih efektif.

Selain jenis pakannya, pakan terutama rumput juga harus bebas dari telur cacing sehingga perlu diperhatikan waktu menggembala rumput yang baik. Telur cacing pada umumnya tidak ditetaskan pada siang hingga sore hari. Pemberian pakan yang baik dilakukan pada pukul delapan pagi, dua belas siang, dan jam lima sore. Pemberian pakan dilakukan tiga kali dalam sehari.

Kualitas pakan juga jangan sampai berumur lebih dari tiga hari agar nutrisi di dalamnya masih tetap utuh saat diberikan kepada sapi. Selain pakan rumput sapi juga memerlukan konsentrat untuk menjaga pemenuhan kebutuhan gizi. Konsentrat seperti ampas tahu, ampas tebu, bekatul, dedak, kulit biji kedelai, dan lain sebagainya perlu diberikan di awal untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Vitamin, Jamu dan Vaksinasi

Perawatan ekstra untuk sapi limosin salah satunya adalah vitamin. Pemberian vitamin tergolong penting dalam merawat gizi maupun menghindari sapi limosin menjadi rawan sakit hingga mengobati gejala penyakit pada sapi. Namun pemberian vitamin pada sapi harus sesuai dengan rekomendasi dan takaran dari dokter hewan dan kondisi sapi itu sendiri. Hal ini bertujuan agar obat-obatan yang masuk justru tidak mengurangi kualitas kesehatan sapi limosin.

Vitamin A diberikan untuk pertumbuhan perkembangan sel serta menjaga kesehatan kulit sapi. Vitamin B digunakan untuk memberikan energi yang dibutuhkan sapi untuk beraktivitas. Vitamin D untuk memperkuat tulang. Vitamin E sebagai antioksidan dan kesehatan sel darah merah sapi. Perlu diingat pemberian vitamin meskipun penting tetap opsional dan tergantung pada kebutuhan sapi. Selain vitamin jamu anti cacing dan vaksinasi juga perlu diberikan sesuai dengan rekomendasi dari dokter hewan.

Kandang yang Baik

Kandang untuk perkembangan yang baik bagi sapi limosin paling tidak memiliki luas dan lebar 2,5 x 1,5 meter untuk satu ekor sapi. Satu kandang untuk satu ekor sapi akan membantu sapi tidak saling berebut makanan. Selain kandang sendiri, dengan membatasi ruang gerak sapi juga dapat membantu mengurangi penggunaan energi sehingga pakan yang masuk akan tersimpan menjadi daging dan lemak serta tidak terbuang percuma.