Ketika akan melakukan proses ekspor impor, Anda harus tahu istilah-istilah yang digunakan di dalamnya. Istilah-istilah yang berkaitan dengan proses ekspor impor ini memang ada banyak. Karena itu, dengan mengetahui istilah-istilah tersebut, arti dan kapan digunakannya, Anda jadi bisa melakukan kegiatan ekspor impor dengan baik. Dua istilah yang sering digunakan dalam ekspor impor ini adalah packing list dan invoice. 

Perbedaan Packing List dan Invoice 

Dalam rangkaian proses ekspor impor, akan ada banyak dokumen yang dibutuhkan agar barang yang Anda beli bisa sampai ke tangan Anda. Begitu pula ketika barang sudah sampai ke tangan pembeli, juga ada dokumen yang harus dilampirkan di dalamnya. Dokumen tersebut adalah packing list.

Apa Itu Packing List 

Packing list sendiri adalah daftar rincian barang-barang yang ada di dalam paket pengiriman yang diterima oleh konsumen. Packing list ini berfungsi untuk memudahkan dalam pengecekan isi barang di dalam peti apabila ada pemeriksaan sewaktu-waktu.

Lihat pula: Jasa Import

Bagaimana Penulisan Packing List 

Penulisan packing list pun tidak terlalu ribet dan sulit. Hanya tuliskan detail barang yang ada di dalam satu peti pengiriman. Detail yang dituliskan di dalamnya meliputi nomor koli, isi dari setiap koli, ukurannya dan berat bersih (netto).

Apa Itu Invoice 

Dokumen lain yang juga tak kalah penting adalah invoice. Invoice ini dikenal juga dengan faktur, yaitu dokumen tertulis yang berisi keterangan nama barang, jumlah, serta harga yang harus dibayarkan oleh pembeli. Bisa juga diartikan sebagai dokumen yang berisi penagihan hutang oleh pembeli kepada penjual. Invoice ini umumnya dibuat dalam 3 rangkap.

Fungsi Invoice 

Dokumen ini memiliki fungsi penting secara umum adalah sebagai bukti pembelian yang juga sekaligus berfungsi sebagai surat penagihan hutang atas pembelian yang dilakukan. Selain itu, invoice juga bisa berfungsi sebagai rujukan yang sah apabila barang akan dijual kembali. 

Invoice bisa juga difungsikan sebagai rekomendasi apabila ada penambahan transaksi ke pembukuan. Fungsinya yang terakhir adalah sebagai rujukan resmi yang digunakan untuk faktur pajak. 

Jenis Invoice 

Invoice ini masih dibagi menjadi 3 jenis, yaitu invoice biasa, proforma dan invoice konsuler. Invoice biasa ini adalah dokumen penagihan paling umum yang biasanya digunakan untuk transaksi sederhana. 

Jenis kedua ada invoice proforma, yaitu dokumen yang diberikan saat suplai produk belum selesai. Karena itulah, biasanya invoice jenis ini diberikan secara bertahap kepada pembeli. Terakhir ada invoice konsuler yang merupakan jenis paling eksklusif. Dokumen ini biasanya digunakan untuk transaksi yang berskala besar antar negara.

Itu tadi adalah penjelasan singkat tentang packing list dan invoice. Dua dokumen yang harus ada dan disertakan bersama barang yang dikirim. Dengan mengetahui perbedaan kedua dokumen ini akan memudahkan Anda dalam membuat dan mengidentifikasinya.

Tagged in:

,