Peningkatan Kinerja DPR RI (2006)

Abstraksi

Amandemen UUD 1945 memberikan kewenangan yang cukup besar bagi lembaga legislatif, bahkan untuk mengangkat duta besar presiden pun harus konsultasi ke DPR. Tetapi, apakah penambahan kewenangan DPR ada relevansinya dengan peningkatan dan penguatan lembaga legislatif?. Jawabannya adalah belum, sebab wajah DPR pasca amandemen masih kental dengan nuansa praktik-praktik politik yang kurang terpuji.
Saat ini, harapan untuk membangun wajah baru palemen agar kinerjanya lebih baik tertumpu pada anggota-anggota legislatif. Untuk membangun wajah baru parlemen dibutuhkan setidaknya dua langkah utama;

1. penguatan kelembagaan parlemen dan
2. peningkatan kapasitas anggota parlemen.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat kelembagaan
parlemen adalah;

  1. meningkatkan infrastruktur pendukung kinerja parlemen. Sebagai salah satu lembaga tinggi Negara, DPR memerlukan infrastruktur pendukung yang baik untuk menunjang kinerjanya. Infrastruktur yang sangat dibutuhkan adalah; gedung dan ruang kerja yang layak, perpustakaan yang lengkap, akses informasi melalui internet tanpa batas, ketersediaan dana operasional yang rasional serta fasilitas kantor dan fasilitas rapat yang sesuai dengan kebutuhan.
  2. dukungan sekretariat yang profesional. Seperti birokrasi pada umumnya, sekretariat DPR saat ini terkesan besar dan lamban. Hal itu disebabkan karena sistem yang tidak efisien dan sumber daya manusia yang tidak profesional. Ke depan, sekretariat DPR harus lebih efisien dan efektif dalam mendukung kinerja parlemen.
  3. membangun mekanisme partisipasi masyarakat. Lembaga parlemen adalah lembaga perwakilan yang tugasnya menyuarakan aspirasi rakyat.  Ketersediaaan mekanisme partisipasi dibutuhkan sebagai alat dan wadah komunikasi antara rakyat dan wakilnya.
  4. menempatkan parlemen sebagai partner bekerja lembaga tinggi Negara lainnya. Saat ini merupakan momentum menempatkan parlemen sebagai salah satu lembaga tinggi Negara dalam sistem check and balances dalam tatanan bernegara demi terciptanya pengelolaan Negara yang lebih baik.

Sedangkan langkah-langkah untuk meningkatkan kapasitas anggota legislatif
adalah;

  1. mengadakan program peningkatan kapasitas anggota parlemen secara rutin; pelatihan rutin, seminar rutin, diskusi rutin, dan kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas anggota lainnya. Hal itu dilakukan dalam rangka mengimbangi kinerja lembaga eksekutif yang mempunyai sumberdaya yang lebih profesional.
  2. menyediakan tenaga ahli bagi setiap anggota parlemen. Tugasnya adalah memberikan asistensi mengenai masalah-masalah yang dihadapi oleh anggota parlemen dan memberikan rekomendasi yang dibutuhkan. Selain itu tim ini akan mempersiapkan materi-materi bagi anggota parlemen dalam kerja-kerja kenegaraannya.
  3. menyediakan instrumen dan panduan sebagai penunjang kerja anggota parlemen; buku saku tentang tugas dan fungsi anggota parlemen, buku panduan tentang legislasi, bujeting dan pengawasan serta buku panduan lainnya.
  4. Meningkatkan kemampuan komunikasi anggota parlemen. Setiap anggota parlemen adalah public relation bagi dirinya dan lembaga parlemen. Kemampuan komunikasi anggota parlemen merupakan kunci untuk menyosialisasikan dirinya sebagai anggota parlemen dan lembaga parlemen.
  5. meningkatkan kesejahteraan anggota parlemen. Sangat penting dilakukan untuk mendorong kinerja anggota parlemen sepaya dapat bekerja secara optimal; memberikan gaji yang layak, menyediakan asuransi bagi diri dan keluarganya, menyediakan

Hasil Kajian:

Comments are closed.