Vonis 4 Tahun 10 Bulan Terlalu Ringan untuk Nazar

Jakarta Vonis 4 tahun 10 bulan penjara bagi Nazaruddin dikritik. Majelis hakim dinilai terlalu lembek sehingga memberi vonis ringan. Semestinya, terdakwa korupsi diberi hukuman maksimal.

“Jadinya, permintaan hakim untuk naik gaji jadi kontraproduktif dengan melihat kinerja buruk hakim yang memutus perkara Nazar dengan vonis terlalu ringan hari ini,” kata peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok, Jumat (20/4/2012).

Seharusnya, hakim mempertimbangkan rasa keadilan publik kepada para terdakwa korupsi. Jangan sampai, permintaan naik gaji para hakim justru bertolak belakang dengan kinerjanya.

“Harusnya hakim semakin baik, memvonis terdakwa koruptor dengan vonis yang memenuhi rasa adil di masyarakat. Ini bisa dijadikan barometer dan pertimbangan untuk menaikkan gaji hakim, sehingga negara dan masyarakat tidak rugi membayar hakim atau menaikkan gajinya,” terang Jamil.

Melihat putusan yang begitu ringan bagi terdakwa pelaku korupsi, pemerintah harus meninjau ulang aspirasi hakim yang meminta kenaikan gaji dengan potret-potret vonis ringan bagi para koruptor.

“Akan menjadi sia-sia jika gajinya dinaikkan, tetapi masih tetap membebaskan atau memvonis ringan para koruptor. Masyarakat nggak akan ikhlas membayar pajaknya untuk hakim-hakim. Harusnya, ketika menuntut kesejahteraan, para hakim juga harus menunjukkan peningkatan kinerja dengan baik,” tuturnya.
(ndr/asy)

Sumber: detikcom – Jumat, 20/04/2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*