Kartu Inafis Hanya Bikin Dompet Tambah Tebal, Apa Gunanya e-KTP?

Jakarta Kartu Inafis atau sidik jari yang dikeluarkan Polri sah-sah saja diadakan. Asalkan pelaksanaannya transparan tak ada kongkalikong dalam tender. Tapi, patut dipikirkan juga soal tumpang tindihnya keberadaan Kartu Inafis dan e-KTP. Jangan sampai masyarakat dibebani oleh banyak kartu dengan biaya puluhan ribu.

“Semua instansi pemerintah harus berhemat, ini harus jadi rujukan bersama. Jangan sampai menambah kebingungan lagi di masyarakat. Jika perlu, Polri merujuk pada e-KTP saja untuk memiliki data,” tutur peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok, Senin (23/4/2012).

Coba dibayangkan, sudah berapa banyak kartu identitas yang dimiliki masyarakat. Mulai dari SIM, e-KTP, paspor, dan beberapa lainnya. Belum kartu kredit dan ATM. Banyaknya kartu itu hanya menambah tebal dompet saja.

“Itu rancu jadinya, tidak sejalan dengan program pemerintah tentang Single Identity Number. Kalau manfaat atau kegunaannya untuk mendapatkan data atau informasi setiap individu, baiknya one man one number saja, agar tidak tambah beban pekerjaan juga buat Polri. Bukankah polisi sudah punya banyak identitas, dari mulai SIM A, B, C dan lain-lain, belum lagi dengan BPKB, pastinya ada indentitas setiap pemiliknya itu,” terangnya.

Apalagi, biaya Rp 35 ribu yang dikenakan ke masyarakat menambah beban. Jangan sampai terlalu banyak biaya pengurusan kartu yang pada dasarnya bisa dilakukan secara bersama dengan instansi lain.

“Buah pikir Inafis perlu dikaji ulang. Biarkan satu instansi saja yang mengelola data base identitas masyarakat. Polisi merujuk ke Kemendagri saja, e-KTP, itu bisa dijadikan data base Polri juga,” tuturnya.
(ndr/nrl)

Sumber: detikcom – Senin, 23/04/2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*