KPK Harus Jawab Keraguan Publik dengan Bawa Nazaruddin ke Indonesia

Jakarta – Menyusul perginya M. Nazaruddin ke Singapura, kesigapan KPK kembali menjadi sorotan masyarakat. Situasi demikian adalah tantangan besar yang harus dijawab KPK dengan mengulagi keberhasilannya menangkap dan menghadirkan buronan kasus-kasus korupsi.

“Jawab keraguan masyarakat dengan bukti mampu menghadirkan buronan. Seperti dahulu berhasil tangkap Hengky Daud, tersangka kasus mobil pemadam kebakaran yang tiga tahun buron,” ujar mantan Wakil Ketua KPK, Erry Riyana Hardjapamengkas, kepada detikcom, Sabtu (28/5/2011).

Seperti diberitakan sebelumnya, perginya M. Nazaruddin ke luar negeri menjadi perhatian besar terkait kasus dugaan suap terhadap Sekjen Kemenpora dan gratifikasi terhadap Sekjen MK. Politisi muda mantan Bendahara Umum DPP PD tersebut terbang ke Singapura pada 23 Mei 2011 malam, atau satu hari sebelum KPK mengajukan surat permohonan cegah kepada Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI.

Keterlambatan ini sangat disesalkan, sebab Nazaruddin sudah mulai dikaitkan dengan kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang sejak penangkapan Sekjen Kemenpora oleh KPK pada awal Mei ini. Sepekan berikutnya kembali nama Nazaruddin disebut dalam kasus gratifikasi terhadap Sekjen MK, namun tetap belum ada aksi dari KPK melakukan pencegahan.

Keterlambatan serupa juga terjadi dalam proses hukum salah seorang tersangka kasus suap pemilihan Dewan Deputy Senior Gubernur BI 2004. Permintaan pencekalan terhadap Nunun Nurbaetie baru diterbitkan KPK pada 28 Maret 2011, sementara istri politisi PKS, Adang Dorodjatun, tersebut telah berada di Singapura sejak satu bulan sebelumnya. (lh/ndr)

Sumber: Detikcom – Sabtu, 28/05/2011 14:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*